Pedoman Umroh di Masa Wabah atau Pandemi COVID19

Persyaratan Umroh 2020

Pedoman Umroh di Masa Wabah atau Pandemi COVID19

Pada tanggal 27 Oktober 2020, Kementerian Agama telah menerbitkan KMA Nomor 719 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umroh pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019.

    Daftar Isi - KMA no 719/2020 :
  1. Persyaratan Jemaah
  2. Protokol Kesehatan
  3. Karantina
  4. Transportasi
  5. Akomodasi dan Konsumsi
  6. Kuota Pemberangkatan
  7. Biaya Penyelenggaraan Ibadah Umrah
  8. Pelaporan
  9. Lain-Lain

Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Oman F dalam keterangan tertulisnya, pada hari Senin (2/11) menyampaikan bahwa KMA tersebut telah ditandatangani oleh Menag Fachrul Razi setelah didiskusikan bersama para  stakeholder.

"Regulasi penyelenggaraan umroh di masa pandemi sudah siap. Substansi kebijakannya sudah didiskusikan juga dengan Komisi VIII DPR. Sesuai petunjuk Menag Fachrul Razi, regulasi ini kemudian dibahas dengan para pihak terkait, termasuk Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah atau PPIU, serta kementerian dan lembaga terkait, antara lain Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, dan pihak penerbangan." kata Oman.

KMA tersebut adalah pedoman penyelenggaraan perjalanan ibadah umroh di masa pandemi. Spirit dari regulasi tersebut yaitu kehadiran negara dalam memberikan perlindungan pada jamaah umroh berdasarkan amanat UU Nomor 8 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.

"Alhamdulillah jamaah asal Indonesia termasuk yang diperbolehkan untuk berangkat umrah. Semua pihak harus memahami regulasinya. Kita harus memberikan perlindungan, baik sebagai warga negara, terutama dalam konteks pandemi, perlindungan keamanan jiwa dan keselamatan,” ujarnya.

Oman memastikan bahwa regulasi tersebut disusun dengan merujuk pada seluruh kebijakan yang dibuat oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi.  Namun, ditambah dengan masukan dari Kemenkes, terkait dengan pelaksanaan protocol Kesehatan.

Misalnya, syarat tidak memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

Disamping itu ketentuan tentang PPIU yang harus memfasilitasi karantina jamaah, baik Ketika di Saudi maupun sekembalinya di Indonesia.

Ditambahkan juga bahwa regulasi tersebut tidak hanya mengatur jemaah yang tertunda keberangkatannya pada 27 Februari lalu, namun juga mengatur masyarakat yang ingin mendaftar beribadah umrah di masa pandemic ini. 

Untuk jemaah yang tertunda keberangkatannya, diperbolehkan untuk memilih antara berangkat dengan menerapkan protokol kesehatan yang berlaku atau akan melakukan jadwal ulang sambil menunggu sampai pandemi Covid19 mereda. Selain itu, pilihan lainnya adalah dengan membatalkan rencana umrohnya dan menarik biaya umroh yang sudah dibayarkan, setelah dikurangi dengan biaya yang terlanjur dibayarkan oleh PPIU kepada penyedia layanan sebelum terjadinya pandemi.

Isi Pokok KMA No.719 Tahun 2020

Berikut ini sejumlah pedoman yang diatur dalam KMA No. 719 tahun 2020:

A. Persyaratan Jemaah

  1. Usia sesuai ketentuan Pemerintah Arab Saudi (18 – 50 Tahun);
  2. Tidak memiliki penyakit penyerta atau komorbid (wajib memenuhi ketentuan Kemenkes RI);
  3. Menandatangani surat pernyataan tidak akan menuntut pihak lain atas risiko yang timbul akibat COVID-19;
  4. Bukti bebas COVID-19 (dibuktikan dengan asli hasil PCR/SWAB test yang dikeluarkan rumah sakit atau laboratorium yang sudah terverifikasi Kemenkes dan berlaku 72 jam sejak pengambilan sampel hingga waktu keberangkatan atau sesuai ketentuan Pemerintah Arab Saudi).

Jika jamaah tidak dapat memenuhi persyaratan bukti bebas COVID-19, maka keberangkatannya ditunda sampai dengan syarat tersebut terpenuhi.

Syarat Jemaah Umroh 2020

B. Protokol Kesehatan

Pedoman Umroh 2020 tentang Kesehatan adalah sbb:

  1. Seluruh layanan kepada jemaah wajib mengikuti protokol kesehatan.
  2. Pelayanan kepada jemaah selama di dalam negeri mengikuti ketentuan protokol kesehatan yang ditetapkan Kemenkes.
  3. Pelayanan kepada jemaah selama di Arab Saudi mengikuti ketentuan protokol kesehatan yang ditetapkan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.
  4. Protokol kesehatan selama di dalam pesawat terbang mengikuti ketentuan protokol kesehatan penerbangan yang berlaku.
  5. PPIU bertanggung jawab terhadap pelaksanaan protokol kesehatan jemaah selama di tanah air, selama dalam perjalanan, dan selama di Arab Saudi demi perlindungan jemaah.
Pedoman Umroh 2020 Protokol Kesehatan

C. Karantina

  1. PPIU bertanggung jawab melakukan karantina terhadap jemaah yang akan berangkat ke Arab Saudi dan setelah tiba dari Arab Saudi;
  2. PPIU bertanggung jawab melakukan karantina terhadap jemaah setelah tiba di Arab Saudi sesuai ketentuan Pemerintah Arab Saudi.
  3. Karantina dilaksanakan dalam rangka proses pemeriksaan sampai dengan keluarnya hasil tes PCR/SWAB.
  4. Selama jemaah berada dan meninggalkan tempat karantina mengikuti protokol kesehatan.
  5. Jemaah wajib mengikuti protokol kesehatan yang diperuntukkan bagi pelaku perjalanan dari luar negeri.
  6. Pelaksanaan karantina dapat menggunakan asrama haji atau hotel yang ditunjuk oleh Satgas COVID-19 Pusat dan Daerah.
Pedoman Umroh Karantina

D. Transportasi

Pedoman Umroh 2020 di bidang Trasportasi:

  1. PPIU bertanggung jawab menyediakan sarana transportasi sejak lokasi karantina, bandara keberangkatan, pesawat terbang pergi pulang, dan transportasi di Arab Saudi.
  2. Transportasi udara dari Indonesia ke Arab Saudi dan dari Arab Saudi ke Indonesia dilaksanakan dengan penerbangan langsung.
  3. Dalam hal jemaah telah mendaftar dan tertunda keberangkatannya yang telah memiliki tiket transit dikecualikan dari ketentuan pada poin 2 (dua).
  4. PPIU bertanggung jawab terhadap kesehatan, keamanan, dan keselamatan jemaah di negara transit.
  5. Transportasi dari Indonesia ke Arab Saudi, selama di Arab Saudi, dan dari Arab Saudi ke Indonesia wajib dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan COVID-19.
  6. Pemberangkatan dan pemulangan jemaah hanya dilakukan melalui bandara internasional yang telah ditetapkan Menkumham sebagai bandara internasional pada masa pandemi COVID-19, yaitu:
    a. Soekarno-Hatta, Banten
    b. Juanda, Jawa Timur
    c. Sultan Hasanuddin, Sulawesi Selatan
    d. Kualanamu, Sumatra Utara
Transportasi

E. Akomodasi dan Konsumsi

  1. PPIU bertanggung jawab menyediakan sarana akomodasi jemaah, baik di dalam negeri dan di Arab Saudi.
  2. PPIU bertanggung jawab menyediakan konsumsi jemaah baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi.
  3. Pelayanan akomodasi dan konsumsi jemaah dilakukan sesuai ketentuan Pemerintah Arab Saudi.
Akomodasi

F. Kuota Pemberangkatan

  1. Pemberangkatan jemaah selama masa pandemi COVID-19 diprioritaskan bagi jemaah yang tertunda keberangkatan tahun 1441H dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi.
  2. Penentuan jumlah jemaah yang akan diberangkatkan mengacu pada kuota yang diberikan oleh Pemerintah Arab Saudi.
Pedoman Umroh Kuota

G. Biaya Penyelenggaraan Ibadah Umrah

  1. Biaya penyelenggaraan ibadah umrah mengikuti biaya referensi yang telah ditetapkan oleh Menteri Agama.
  2. Biaya sebagaimana dimaksud pada poin 1 dapat ditambah dengan biaya lainnya berupa pemeriksaan kesehatan sesuai dengan protokol COVID-19, biaya karantina, pelayanan lainnya akibat terjadinya pandemi COVID-19.
Biaya Umroh 2020

H. Pelaporan

  1. PPIU wajib melaporkan rencana keberangkatan, kedatangan di Arab Saudi, dan kepulangan jemaah kepada Menteri Agama secara elektronik.
  2. Laporan rencana keberangkatan jemaah disampaikan paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum keberangkatan.
  3. Laporan kedatangan di Arab Saudi disampaikan paling lambat 1 (satu) hari setelah jemaah tiba di Arab Saudi.
  4. Laporan pemulangan disampaikan paling lambat 3 (tiga) hari setelah jemaah tiba di tanah air.
  5. PPIU wajib melaporkan jemaah yang sudah mendaftar ibadah umrah pada tahun 1441H yang membatalkan keberangkatannya.
Pelaporan

I. Ketentuan Lain-Lain

Ketentuan lainnya tentang Pedoman Umroh 2020 diatur dibawah ini:

  1. Dalam hal jemaah telah membayar Biaya Perjalanan Ibadah Umrah sebelum KMA ini ditetapkan, PPIU dapat menetapkan biaya tambahan.
  2. Bagi jemaah yang tidak bersedia membayar biaya tambahan, diberikan hak sebagai berikut:
    a. mengajukan penjadwalan ulang keberangkatan; atau
    b. mengajukan pembatalan keberangkatan.
  3. Bagi jemaah yang membatalkan keberangkatannya berhak mengajukan pengembalian biaya yang telah dibayarkan.
  4. Pengembalian biaya umrah sebagaimana dimaksud pada poin 3 adalah sebesar biaya paket layanan setelah dikurangi biaya yang telah dibayarkan oleh PPIU kepada penyedia layanan yang dibuktikan dengan bukti pembayaran yang sah.
  5. PPIU wajib mengembalikan biaya paket layanan kepada Jemaah setelah penyedia layanan mengembalikan biaya layanan yang telah dibayarkan kepada PPIU.
Lainnya
WAJIB TEST PCR dari SAUDIA AIRLINE, berlaku per 01 Nov 2020, Info lengkapnya: Klik Disini

Syarat Umroh 2020, Langkah dan Cara Tes PCR Umroh

Syarat Umroh 2020, Langkah Tes PCR Umroh, Biaya dan Lokasinya

Syarat Umroh 2020, agar Anda tidak GAGAL berangkat, sebelum memilih Paket Umroh-nya, pahami langkah-langkahnya terlebih dahulu.

Sebagai persyaratan General Authority of Civil Aviation (GACA) Arab Saudi yang disebutkan dalam Surat Edaran No. 6346/4 tanggal 15/09/2020, semua penumpang yang melakukan perjalanan ke Arab Saudi harus memiliki PCR dari tempat asal.

    Daftar Isi :
  1. Langkah-Langkah Tes PCR Umroh
  2. Biaya dan Rekening Pembayaran
  3. Kontak Pendaftaran
  4. Lokasi Tes PCR Umroh

Syarat Umroh - Tes PCR Umroh

Sebelum melakukan perjalanan umroh, calon jamaah diwajibkan untuk mengikuti syarat tes PCR dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Daftarkan diri ke Kantor Saudia Airlines Jakarta minimal 3 hari sebelum keberangkatan dan bayar biaya Tes PCR.
  2. Kemudian pergi ke Lokasi Laboratorium yang Terverifikasi untuk Tes Swab PCR; Indofarma Farmalab dengan voucher yang dikeluarkan oleh Saudia Airlines Jakarta untuk mengikuti tes dan Paspor Penumpang.
  3. Tes akan dilakukan pada pukul 7.30 - 12.00 pada 2 hari sebelum keberangkatan penerbangan
  4. Hasilnya akan dikirim melalui email ke alamat email penumpang pada keesokan harinya.
  5. Hasilnya harus dicetak untuk ditunjukkan kepada staf konter Check-in Saudia Airlines di Bandara pada hari keberangkatan penerbangan.
Syarat Umroh 2020
Surat Edaran Resmi Saudi Airlines

Biaya dan Rekening Pembayaran

Tes PCR akan dikenakan tarif sebesar Rp 1.300.000 per orang.

Pembayaran melalui transfer ke PT Ayuberga - GSA Saudia Airlines Indonesia.

Atas nama: PT Ayuberga

  • Bank BNI
    Rek.no. 0014471317
  • Bank Mandiri
    Rek.no. 1240006251590
  • Bank Permata
    Rek.no. 701192036

Harap sertakan Nama Penumpang, No. Kode Pemesanan (PNR) dan No. Paspor pada instruksi Bank dan kirimkan slip pembayaran ke email Pendaftaran PCR yang disebutkan di bawah ini :

Kontak Pendaftaran

Kontak Pendaftaran Tes PCR Saudia Airlines Jakarta

  • Telepon: + 62-21-8356201
  • Whatsapp: + 62-811-8141-777
  • Email: pcr@saudiairlines.co.id

Lokasi Tes PCR Umroh

Laboratorium Indofarma Farmalab:

Graha Dirgantara Halim
Jl. Raya Protokol Halim Perdanakusuma No.8, RT.7 / RW.9,
Halim Perdana Kusumah, Makasar, Jakarta Timur, Jakarta 13610

Google Maps:
https://goo.gl/maps/gUDyaNfPfAuZ1cbB7

Silakan lanjutkan ke lab dengan paspor dan voucher yang valid, tanpa dokumen tersebut penumpang akan ditolak untuk mengikuti tes.
Tes harus dilakukan di mobil pada fasilitas drive through.

Tanpa hasil Tes PCR khusus ini, penumpang dapat ditolak dari penerbangan.

Terima kasih.
Salam Hormat,
Saudi Airlines Indonesia

Syarat Umroh
Lokasi Tes PCR Umroh

Baca Pedoman Umroh Kemenag di Masa Pandemi Covid19, Klik Disini

Alamat Kantor VFS Tasheel di Seluruh Indonesia

Alamat Kantor VFS Tasheel

Alamat Kantor VFS Tafsheel sebagai lokasi pengambilan data biometrik siap memberikan pelayanan kepada calon jamaah umroh.

Pengambilan data biometrik ini harus dilakukan langsung oleh calon jamaah dengan membawa paspor asli dan tidak bisa diwakilkan.

Lanjutkan membaca “Alamat Kantor VFS Tasheel di Seluruh Indonesia”

Pendaftaran Rekam Biometrik untuk Visa Umroh

Pendaftaran Rekam Biometrik Visa Umroh

Pengambilan data Biometrik dilakukan dengan menggunakan proses yang sangat cepat dan mudah. Proses ini melibatkan pengambilan sidik jari menggunakan alat pengambilan sidik jari secara digital. Selain pengambilan sidik jari, juga akan memindai foto yang Anda bawa pada saat melakuka aplikasi visa.

Lanjutkan membaca “Pendaftaran Rekam Biometrik untuk Visa Umroh”

Rekam Biometrik Visa Umroh; Mudah dan Cepat

Rekam Biometrik Visa Umroh; Mudah dan Cepat

Rekam Biometrik Visa Umroh mulai dilaksanakan terhitung sejak tanggal 24 Oktober 2018. sehingga pengajuan seluruh jenis visa harus menyertakan Rekaman Data Biometrik.

Lanjutkan membaca “Rekam Biometrik Visa Umroh; Mudah dan Cepat”

Cara Cek Visa Progresif Umroh

Cara Cek Visa Progresif Umroh

Cara Cek Visa Progresif

Untuk melihat apakah Anda terkenda visa progresif umroh, dapat dilakukan secara online. Sejak tahun 2017 Pemerintah Arab Saudi memberlakukan aturan visa progresif bagi para calon jemaah umrah, yang ingin beribadah untuk kedatangan selanjutnya.  Artinya, jemaah yang sebelumnya sudah pernah menunaikan ibadah umrah akan dikenakan beban tambahan untuk umrah selanjutnya.

Lanjutkan membaca “Cara Cek Visa Progresif Umroh”

Suntik Meningitis

Suntik Meningitis

Tata Cara Daftar Online Suntik Meningitis

Vaksin Suntik Meningitis dapat dilakukan di KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) terdekat di lokasi masing masing peserta, dan untuk pendaftarannya dapat dilakukan secara online, klik disini.

Lanjutkan membaca “Suntik Meningitis”