/* */

Pedoman Umroh NEW NORMAL di Masa Wabah Pandemi COVID19

Persyaratan Umroh 2020

Pedoman Umroh di Masa Wabah atau Pandemi COVID19

Pada tanggal 27 Oktober 2020, Kementerian Agama telah menerbitkan KMA Nomor 719 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umroh pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019.

    Daftar Isi - KMA no 719/2020 :
  1. Persyaratan Jemaah
  2. Protokol Kesehatan
  3. Karantina
  4. Transportasi
  5. Akomodasi dan Konsumsi
  6. Kuota Pemberangkatan
  7. Biaya Penyelenggaraan Ibadah Umrah
  8. Pelaporan
  9. Lain-Lain

Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Oman F dalam keterangan tertulisnya, pada hari Senin (2/11) menyampaikan bahwa KMA tersebut telah ditandatangani oleh Menag Fachrul Razi setelah didiskusikan bersama para  stakeholder.

"Regulasi penyelenggaraan umroh di masa pandemi sudah siap. Substansi kebijakannya sudah didiskusikan juga dengan Komisi VIII DPR. Sesuai petunjuk Menag Fachrul Razi, regulasi ini kemudian dibahas dengan para pihak terkait, termasuk Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah atau PPIU, serta kementerian dan lembaga terkait, antara lain Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, dan pihak penerbangan." kata Oman.

KMA tersebut adalah pedoman penyelenggaraan perjalanan ibadah umroh di masa pandemi. Spirit dari regulasi tersebut yaitu kehadiran negara dalam memberikan perlindungan pada jamaah umroh berdasarkan amanat UU Nomor 8 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.

"Alhamdulillah jamaah asal Indonesia termasuk yang diperbolehkan untuk berangkat umrah. Semua pihak harus memahami regulasinya. Kita harus memberikan perlindungan, baik sebagai warga negara, terutama dalam konteks pandemi, perlindungan keamanan jiwa dan keselamatan,” ujarnya.

Oman memastikan bahwa regulasi tersebut disusun dengan merujuk pada seluruh kebijakan yang dibuat oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi.  Namun, ditambah dengan masukan dari Kemenkes, terkait dengan pelaksanaan protocol Kesehatan.

Misalnya, syarat tidak memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

Disamping itu ketentuan tentang PPIU yang harus memfasilitasi karantina jamaah, baik Ketika di Saudi maupun sekembalinya di Indonesia.

Ditambahkan juga bahwa regulasi tersebut tidak hanya mengatur jemaah yang tertunda keberangkatannya pada 27 Februari lalu, namun juga mengatur masyarakat yang ingin mendaftar beribadah umrah di masa pandemic ini. 

Untuk jemaah yang tertunda keberangkatannya, diperbolehkan untuk memilih antara berangkat dengan menerapkan protokol kesehatan yang berlaku atau akan melakukan jadwal ulang sambil menunggu sampai pandemi Covid19 mereda. Selain itu, pilihan lainnya adalah dengan membatalkan rencana umrohnya dan menarik biaya umroh yang sudah dibayarkan, setelah dikurangi dengan biaya yang terlanjur dibayarkan oleh PPIU kepada penyedia layanan sebelum terjadinya pandemi.

Isi Pokok KMA No.719 Tahun 2020

Berikut ini sejumlah pedoman yang diatur dalam KMA No. 719 tahun 2020:

A. Persyaratan Jemaah

  1. Usia sesuai ketentuan Pemerintah Arab Saudi (18 – 50 Tahun);
    (Mulai 23 Februari 2021 Berlaku Usia Maksimal 60 Tahun)
  2. Tidak memiliki penyakit penyerta atau komorbid (wajib memenuhi ketentuan Kemenkes RI);
  3. Menandatangani surat pernyataan tidak akan menuntut pihak lain atas risiko yang timbul akibat COVID-19;
  4. Bukti bebas COVID-19 (dibuktikan dengan asli hasil PCR/SWAB test yang dikeluarkan rumah sakit atau laboratorium yang sudah terverifikasi Kemenkes dan berlaku 72 jam sejak pengambilan sampel hingga waktu keberangkatan atau sesuai ketentuan Pemerintah Arab Saudi).

Jika jamaah tidak dapat memenuhi persyaratan bukti bebas COVID-19, maka keberangkatannya ditunda sampai dengan syarat tersebut terpenuhi.

Syarat Jemaah Umroh 2020

B. Protokol Kesehatan

Pedoman Umroh 2020 tentang Kesehatan adalah sbb:

  1. Seluruh layanan kepada jemaah wajib mengikuti protokol kesehatan.
  2. Pelayanan kepada jemaah selama di dalam negeri mengikuti ketentuan protokol kesehatan yang ditetapkan Kemenkes.
  3. Pelayanan kepada jemaah selama di Arab Saudi mengikuti ketentuan protokol kesehatan yang ditetapkan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.
  4. Protokol kesehatan selama di dalam pesawat terbang mengikuti ketentuan protokol kesehatan penerbangan yang berlaku.
  5. PPIU bertanggung jawab terhadap pelaksanaan protokol kesehatan jemaah selama di tanah air, selama dalam perjalanan, dan selama di Arab Saudi demi perlindungan jemaah.
Pedoman Umroh 2020 Protokol Kesehatan

C. Karantina

  1. PPIU bertanggung jawab melakukan karantina terhadap jemaah yang akan berangkat ke Arab Saudi dan setelah tiba dari Arab Saudi;
  2. PPIU bertanggung jawab melakukan karantina terhadap jemaah setelah tiba di Arab Saudi sesuai ketentuan Pemerintah Arab Saudi.
  3. Karantina dilaksanakan dalam rangka proses pemeriksaan sampai dengan keluarnya hasil tes PCR/SWAB.
  4. Selama jemaah berada dan meninggalkan tempat karantina mengikuti protokol kesehatan.
  5. Jemaah wajib mengikuti protokol kesehatan yang diperuntukkan bagi pelaku perjalanan dari luar negeri.
  6. Pelaksanaan karantina dapat menggunakan asrama haji atau hotel yang ditunjuk oleh Satgas COVID-19 Pusat dan Daerah.
Pedoman Umroh Karantina

D. Transportasi

Pedoman Umroh 2020 di bidang Trasportasi:

  1. PPIU bertanggung jawab menyediakan sarana transportasi sejak lokasi karantina, bandara keberangkatan, pesawat terbang pergi pulang, dan transportasi di Arab Saudi.
  2. Transportasi udara dari Indonesia ke Arab Saudi dan dari Arab Saudi ke Indonesia dilaksanakan dengan penerbangan langsung.
  3. Dalam hal jemaah telah mendaftar dan tertunda keberangkatannya yang telah memiliki tiket transit dikecualikan dari ketentuan pada poin 2 (dua).
  4. PPIU bertanggung jawab terhadap kesehatan, keamanan, dan keselamatan jemaah di negara transit.
  5. Transportasi dari Indonesia ke Arab Saudi, selama di Arab Saudi, dan dari Arab Saudi ke Indonesia wajib dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan COVID-19.
  6. Pemberangkatan dan pemulangan jemaah hanya dilakukan melalui bandara internasional yang telah ditetapkan Menkumham sebagai bandara internasional pada masa pandemi COVID-19, yaitu:
    a. Soekarno-Hatta, Banten
    b. Juanda, Jawa Timur
    c. Sultan Hasanuddin, Sulawesi Selatan
    d. Kualanamu, Sumatra Utara
Transportasi

E. Akomodasi dan Konsumsi

  1. PPIU bertanggung jawab menyediakan sarana akomodasi jemaah, baik di dalam negeri dan di Arab Saudi.
  2. PPIU bertanggung jawab menyediakan konsumsi jemaah baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi.
  3. Pelayanan akomodasi dan konsumsi jemaah dilakukan sesuai ketentuan Pemerintah Arab Saudi.
Akomodasi

F. Kuota Pemberangkatan

  1. Pemberangkatan jemaah selama masa pandemi COVID-19 diprioritaskan bagi jemaah yang tertunda keberangkatan tahun 1441H dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi.
  2. Penentuan jumlah jemaah yang akan diberangkatkan mengacu pada kuota yang diberikan oleh Pemerintah Arab Saudi.
Pedoman Umroh Kuota

G. Biaya Penyelenggaraan Ibadah Umrah

  1. Biaya penyelenggaraan ibadah umrah mengikuti biaya referensi yang telah ditetapkan oleh Menteri Agama.
  2. Biaya sebagaimana dimaksud pada poin 1 dapat ditambah dengan biaya lainnya berupa pemeriksaan kesehatan sesuai dengan protokol COVID-19, biaya karantina, pelayanan lainnya akibat terjadinya pandemi COVID-19.
Biaya Umroh 2020

H. Pelaporan

  1. PPIU wajib melaporkan rencana keberangkatan, kedatangan di Arab Saudi, dan kepulangan jemaah kepada Menteri Agama secara elektronik.
  2. Laporan rencana keberangkatan jemaah disampaikan paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum keberangkatan.
  3. Laporan kedatangan di Arab Saudi disampaikan paling lambat 1 (satu) hari setelah jemaah tiba di Arab Saudi.
  4. Laporan pemulangan disampaikan paling lambat 3 (tiga) hari setelah jemaah tiba di tanah air.
  5. PPIU wajib melaporkan jemaah yang sudah mendaftar ibadah umrah pada tahun 1441H yang membatalkan keberangkatannya.
Pelaporan

I. Ketentuan Lain-Lain

Ketentuan lainnya tentang Pedoman Umroh 2020 diatur dibawah ini:

  1. Dalam hal jemaah telah membayar Biaya Perjalanan Ibadah Umrah sebelum KMA ini ditetapkan, PPIU dapat menetapkan biaya tambahan.
  2. Bagi jemaah yang tidak bersedia membayar biaya tambahan, diberikan hak sebagai berikut:
    a. mengajukan penjadwalan ulang keberangkatan; atau
    b. mengajukan pembatalan keberangkatan.
  3. Bagi jemaah yang membatalkan keberangkatannya berhak mengajukan pengembalian biaya yang telah dibayarkan.
  4. Pengembalian biaya umrah sebagaimana dimaksud pada poin 3 adalah sebesar biaya paket layanan setelah dikurangi biaya yang telah dibayarkan oleh PPIU kepada penyedia layanan yang dibuktikan dengan bukti pembayaran yang sah.
  5. PPIU wajib mengembalikan biaya paket layanan kepada Jemaah setelah penyedia layanan mengembalikan biaya layanan yang telah dibayarkan kepada PPIU.
Lainnya
WAJIB TEST PCR dari SAUDIA AIRLINE, berlaku per 01 Nov 2020, Info lengkapnya: Klik Disini

Syarat Umroh 2020, Langkah dan Cara Tes PCR Umroh

Syarat Umroh 2020, Langkah Tes PCR Umroh, Biaya dan Lokasinya

Syarat Umroh 2020, agar Anda tidak GAGAL berangkat, sebelum memilih Paket Umroh-nya, pahami langkah-langkahnya terlebih dahulu.

Sebagai persyaratan General Authority of Civil Aviation (GACA) Arab Saudi yang disebutkan dalam Surat Edaran No. 6346/4 tanggal 15/09/2020, semua penumpang yang melakukan perjalanan ke Arab Saudi harus memiliki PCR dari tempat asal.

    Daftar Isi :
  1. Langkah-Langkah Tes PCR Umroh
  2. Biaya dan Rekening Pembayaran
  3. Kontak Pendaftaran
  4. Lokasi Tes PCR Umroh

Syarat Umroh - Tes PCR Umroh

Sebelum melakukan perjalanan umroh, calon jamaah diwajibkan untuk mengikuti syarat tes PCR dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Daftarkan diri ke Kantor Saudia Airlines Jakarta minimal 3 hari sebelum keberangkatan dan bayar biaya Tes PCR.
  2. Kemudian pergi ke Lokasi Laboratorium yang Terverifikasi untuk Tes Swab PCR; Indofarma Farmalab dengan voucher yang dikeluarkan oleh Saudia Airlines Jakarta untuk mengikuti tes dan Paspor Penumpang.
  3. Tes akan dilakukan pada pukul 7.30 - 12.00 pada 2 hari sebelum keberangkatan penerbangan
  4. Hasilnya akan dikirim melalui email ke alamat email penumpang pada keesokan harinya.
  5. Hasilnya harus dicetak untuk ditunjukkan kepada staf konter Check-in Saudia Airlines di Bandara pada hari keberangkatan penerbangan.
Syarat Umroh 2020
Surat Edaran Resmi Saudi Airlines

Biaya dan Rekening Pembayaran

Tes PCR akan dikenakan tarif sebesar Rp 1.300.000 per orang.

Pembayaran melalui transfer ke PT Ayuberga - GSA Saudia Airlines Indonesia.

Atas nama: PT Ayuberga

  • Bank BNI
    Rek.no. 0014471317
  • Bank Mandiri
    Rek.no. 1240006251590
  • Bank Permata
    Rek.no. 701192036

Harap sertakan Nama Penumpang, No. Kode Pemesanan (PNR) dan No. Paspor pada instruksi Bank dan kirimkan slip pembayaran ke email Pendaftaran PCR yang disebutkan di bawah ini :

Kontak Pendaftaran

Kontak Pendaftaran Tes PCR Saudia Airlines Jakarta

  • Telepon: + 62-21-8356201
  • Whatsapp: + 62-811-8141-777
  • Email: pcr@saudiairlines.co.id

Lokasi Tes PCR Umroh

Laboratorium Indofarma Farmalab:

Graha Dirgantara Halim
Jl. Raya Protokol Halim Perdanakusuma No.8, RT.7 / RW.9,
Halim Perdana Kusumah, Makasar, Jakarta Timur, Jakarta 13610

Google Maps:
https://goo.gl/maps/gUDyaNfPfAuZ1cbB7

Silakan lanjutkan ke lab dengan paspor dan voucher yang valid, tanpa dokumen tersebut penumpang akan ditolak untuk mengikuti tes.
Tes harus dilakukan di mobil pada fasilitas drive through.

Tanpa hasil Tes PCR khusus ini, penumpang dapat ditolak dari penerbangan.

Terima kasih.
Salam Hormat,
Saudi Airlines Indonesia

Syarat Umroh
Lokasi Tes PCR Umroh

Baca Pedoman Umroh Kemenag di Masa Pandemi Covid19, Klik Disini

3 Komponen Utama Kenaikan Biaya Umroh Menyambut Layanan Umroh Dibuka Kembali

Prediksi Kenaikan Biaya Umroh, Menyambut Layanan Umroh Dibuka Kembali

Rincian biaya umroh 2021, Kapan umroh dibuka kembali, dan kenaikan biaya umroh 2020 2021, Prediksi kenaikan biaya umroh

Masyarakat yang berencana untuk menjalankan ibadah umroh di tahun  2021 sepertinya harus mempersiapkan bekal uang yang lebih banyak.

Diprediksi bahwa apabila Kerajaan Saudi Arabia mengizinkan ibadah umroh di masa Pandemi Covid-19, maka kenaikan biaya paket umroh tidak dapat terhindarkan lagi.

Disamping penerapan protocol kesehatan dalam pelaksanaan ibadah umroh, Pemerintah Kerajaan Saudi nampaknya juga mempertimbangkan untuk meningkatkan pengenaan pajak.

Terkait dengan hal tersebut diatas, Kementerian Agama bersama dengan asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) mulai membahas kelanjutan Rancangan Peraturan Menteri Agama (RPMA) tentang penyelenggaraan umroh di masa pandemic 1442 Hijriah.

Pemerintah berencana melakukan penyesuaian biaya referensi umroh di masa pandemic ini.

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo meminta Kemenag agar penyesuaian biaya umroh sudah melalui pertimbangan yang matang. Pengkajian atas penyesuaian biaya referensi umrah harus dilakukan secara komprehensif dan mendalam dari berbagai aspek, antara lain mempertimbangkan harga riil biaya umrah dan juga melihat kemampuan dan daya beli, sehingga tidak memberatkan masyarakat.

"Jangan sampai harga acuan baru nanti menyebabkan jumlah jamaah menurun karena daya belinya turun," kata Bambang.

Rincian Biaya Umroh 21

Faktor yang mempengaruhi Kenaikan Biaya Umroh

Kenaikan Biaya Tranportasi

Al Hadi Syamsul Hadi, salah satu pimpinan PPIU di Jawa Timur, menyampaikan prediksi atas kenaikan biaya transportasi yang akan mencapai dua kali lipat.

"Tentu biayanya dobel. Misalnya, sewa bis yang biasanya untuk kapasitas 55 orang. Sekarang maksimal hanya 30 orang. Harga sewa bis untuk sekali jalan mencapai 3.000 Real (Mata Uang Arab Saudi)", demikian dikatakan Al Hadi.

Disampaikan juga bahwa bagi jemaah yang kemarin gagal berangkat, itu sudah menjadi risiko perusahaan untuk menanggung biayanya.

Asosiasi Biro Umroh dan Haji Jawa Timur sempat menyebutkan ada kerugian antara Rp 25 miliar sampai Rp 30 miliar, dari pembatalan pesawat, visa, dsb.

Kenaikan Biaya Visa (Pajak) Umroh

Sedangkan bagi pendaftar baru akan ada kenaikan, terutama di visa (pajak) progresif dan sebagainya. Dimana sebelumnya adalah sekitar 100 dollar, dan diperkirakan akan naik sekitar 15%-25%.

Kenaikan Biaya Kesehatan

Rapid tes dan Swab PCR akan menjadi syarat mutlak calon jamaah umroh. Tes swab ini juga ada syarat khusus dan tidak boleh di sembarang tempat. Biaya tes Swab PCR tersebut diperkirakan berada di kisaran Rp.500.000.

Terkait dengan Swab PCR, menurut informasi (sementara) akan berlaku ketentuan sebagai berikut:

  • hasil test swab PCR hanya berlaku 72 jam terhitung dari keberangkatan hingga sampai ke Saudi,
  • Lokasi Laboratorium atau Rumah Sakit mendapatkan penunjukkan khusus dari Pemerintah Indonesia yang sudah sesuai satandar international,
  • Sertifikat khusus hasil tes Swab PCR harus dibuat dengan menggunakan 3 macam Bahasa.

Namun demikian, sampai saat ini kemenag belum menyebutkan secara detail berapa besar kenaikan biaya umrah tersebut.

Rincian Biaya Umroh

Persiapan menghadapi kemungkinan dibukanya kembali layanan umroh

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim juga meminta agar PPIU mulai menyusun rencana keberangkatan jemaah umrah yang tertunda.

Namun demikian, rencana tersebut tidak perlu mencantumkan tanggal keberangkatan dan harga paket layanan terlebih dahulu. Karena, sampai saat ini kepastian keberangkatan masih menunggu kejelasan informasi dari Kerajaan Arab Saudi.

"Kita masih menunggu kebijakan dari Saudi kapan akan membuka penyelenggaraan ibadah Umrahnya,” demikian dikatakan Arif Hatim.

Sebelumnya,  Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag tengah merumuskan mitigasi penyelenggaraan umrah di masa pandemi. Staf Ahli Menag Bidang Manajemen Komunikasi Oman Fathurahman mengatakan rumusan mitigasi ini bisa menjadi bekal kesiapan penyelenggaraan haji 1442 H /2021.

"Sukses mitigasi penyelenggaraan umrah di masa pandemi akan berpengaruh pada kesiapan mitigasi haji tahun depan. Jadi mitigasi ini bisa menjadi bekal mitigasi penyelenggaraan haji," kata Oman.

Dalam penyusunan mitigasi haji 2020, sedikitnya dua poin mendapat perhatian. Pertama merumuskan kebijakan penyelenggaraan umrah di masa pandemic dan kedua, mekanisme pengawasan pelaksanaan kebijakan umrah. Teknis pengawasan harus dirumuskan jelas, tegas, efektif dan efisien. 

"Kita tahu umrah, di samping haji, menjadi salah satu etalase kualitas pelayanan Kemenag. Ini salah satu layanan umat paling strategis yang mencerminkan kinerja Kemenag," katanya.

Rincian Biaya Umroh 2021
Kenaikan Biaya Umroh 2021
Kapan Umroh Dibuka

Proses dan Biaya Visa Wisata Dubai

Visa Turis Wisata Dubai

Proses dan Biaya Visa Wisata Dubai

Proses dan Biaya Visa Dubai untuk wisata cukup mudah didapat dan dengan biaya yang terjangkau, karena pariwisata adalah fokus utama pemerintah Dubai.

Karena itu, persetujuan Visa Wisata Dubai (Uni Emirat Arab) cukup mudah dalam upaya menarik jumlah wisatawan yang maksimal. Kota ini menawarkan visa kunjugnan 30 hari gratis pada saat kedatangan tanpa persyaratan sebelumnya kepada pemegang paspor dari berbagai negara, termasuk: Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Irlandia, Kanada, Australia, dan Selandia Baru.

Pemegang paspor dari Uni Eropa memenuhi syarat untuk mendapatkan visa kunjungan 90 hari multi-entry.

Proses dan Biaya Visa Wisata Dubai untuk WNI

Untuk Warga Negara Indonesia, Visa Dubai harus diproses di Indonesia dan tidak bisa menggunakan sistem Visa On Arrival. Visa Dubai bisa dibuat secara online melalui VFS Global dengan syarat harus menggunakan penerbangan Emirates dan Fly Dubai dengan biaya Rp. 1.3 juta-an.-. Jika menggunakan maskapai selain Emirates dan Fly Dubai, biaya Visa bisa mencapai 2 juta-an.

Proses Biaya Visa Dubai

Visa Dubai

Syarat Pengajuan Visa Dubai

Setiap jenis visa memiliki syarat yang berbeda dan tergantung dari cara dan tempat pengajuan. Jika diproses secara online, biasanya dokumen yang diperlukan hanyalah paspor yang masih berlaku minimum 6 bulan sejak tanggal kedatangan.

Untuk tujuan wisata di Dubai, tidak diperlukan sponsor. Tetapi jika untuk pengajuan residence visa, maka dibutuhkan sponsor dengan syarat yang lain lagi, seperti dokumen gaji penanggung sponsor, Emirates ID, foto background putih dan formulir pengajuan.

Residence visa biasanya digunakan oleh anggota keluarga yang ingin ikut tinggal & menetap di Uni Emirat Arab karena orang tua atau keluarga yang hidup menetap disini.

Jika kamu hanya ingin berwisata, maka Visa Dubai akan diterima dalam bentuk E-Visa softcopy .pdf yang dikirimkan melalui email atau cek di website http://www.ednrd.ae/. E-Visa ini harus kita print dan sertakan dalam paspor ketika pemeriksaan di pos imigrasi. Bukan dalam bentuk sticker yang ditempel di halaman paspor.

Kemudahan Pengajuan Visa Uni Emirat Arab Via Airlines

Menariknya bagi pengguna maskapai Emirates Airlines, Etihad, Fly Dubai dan Air Arabia, kita bisa mengajukan permohonan visa melalui layanan online via website maskapai. Caranya tinggal login dan cek menu manage my booking.

Atau lebih jelasnya silakan cek website masing-masing maskapai dan bisa juga menghubungi call center atau kantor perwakilan maskapai di Indonesia.

Kembali lagi, tergantung jenis visanya. Sebagai gambaran saja, singkatnya sebagai berikut :

– Transit Visa 48 jam : AED 40
– Transit Visa 96 jam : AED 110
– Tourist Visa single entry – short term 30 hari : AED 330
– Tourist Visa multiple entry – short term 30 hari : AED 650
– Tourist Visa single entry – long term 90 hari : AED 800
– Tourist Visa multiple entry – long term 90 hari : AED 1750

Silakan cek fluktuasi kurs Dirham terhadap Rupiah per harinya. Rata-rata saat ini dipatok AED 1 = Rp. 3.900,-

sumber : https://fahmianhar.com/visa-dubai-uni-emirat-arab/

Kindly consider biaya lain seperti misalnya service charge, delivery charge dan sejenisnya jika menggunakan jasa agen travel. Jadi ya kira-kira naik turunnya segitu lah. Kalau kemudian menjadi terkesan mahal dan ada rincian biaya yang tidak masuk akal, bisa ditanyakan lebih lanjut.

Pengurusan Visa Lewat Pihak Ketiga

Jika berdimisili di Jakarta dan ingin mengajukan Visa Uni Emirat Arab sendiri, bisa datang ke VFS Global Jakarta.

PT. VFS Services Indonesia
Dubai Visa Application CenterKuningan City Mall, 2nd Floor No.L2-19,
Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 18,
Setiabudi, Kuningan
Jakarta-12940 – Indonesia

Jam kerja:
Senin – Jumat jam 09.00 – 17.00 WIB
Telephone: +62 21 3048 0747

Beberapa Hal yang dapat diketahui tentang Dubai :

Melanjutkan perjalanan Umroh Plus Dubai City Tour, jika Anda ingin merancang perjalanan ke Dubai secara backpacker (mandiri) maupun menggunakan biro perjalanan, maka berikut beberapa hal yang dapat Anda ketahui tentang Dubai :

Apakah mahal untuk berkunjung ke Dubai ?

Emirat Dirham adalah mata uang yang digunakan di Dubai dan 100 AED = $ 27 = Rp.390.000 (kurs 14500). 1 AED = Rp3.900. Tiba di Dubai bukanlah urusan yang sangat mahal jika Anda tidak mengunjungi Emirat Dubai selama Festival Belanja Dubai yang terkenal. Namun, untuk memesan dengan harga terbaik, lebih baik memesan jauh hari sebelumnya.

Amankah Dubai untuk dikunjungi oleh wisatawan?

Ya, Dubai aman bagi wisatawan. … Dubai, pada kenyataannya, adalah salah satu negara Timur Tengah teraman untuk turis. Undang-undang yang lebih ketat diterapkan agar kejahatan dijaga tetap seminimum mungkin. Dan banyak wisatawan merasa jauh lebih aman di Dubai daripada di bagian lain dunia.

Daerah yang berpotensi tindak kriminalitas ?

Tidak hanya untuk Wanita, tetapi bahkan pria harus menghindari area yang sebagian besar dihuni oleh buruh dan pekerja. Itu bukan tempat wisata dan Wanita mungkin mencari perhatian yang tidak diinginkan di malam hari. … Sebagian besar pantai populer dan area jalan kaki di Dubai cukup terang dan aman untuk berjalan-jalan di malam hari juga.

Bahasa yang digunakan penduduk Dubai?

Meskipun bahasa Arab adalah bahasa resmi UEA, bahasa Inggris adalah bahasa yang paling banyak digunakan di Dubai. Anda juga akan menemukan banyak ekspatriat yang berbicara bahasa Hindi, Urdu, Bengali, Tamil, Tagalog, Persia, Cina, Malayalam, dan banyak bahasa lainnya.

Bolehkah jalan bergandengan tangan di lokasi public Dubai ?

Mempertunjukkan gerakan kasih sayang di depan umum tidak ditoleransi dengan baik di Dubai. Berpegangan tangan tidak masalah bagi pasangan yang sudah menikah, tetapi berciuman atau berpelukan di depan umum tidak dapat diterima. Ingatlah bahwa jika Anda dihentikan oleh polisi karena Anda berpegangan tangan dan Anda belum menikah, Anda mungkin akan mendapat masalah.

Bolehkah merokok selama di Dubai ?

Merokok – Rokok dan Vape – Merokok dilarang di area pemerintah, kantor dan pusat perbelanjaan. Namun ada banyak area khusus di mana merokok diperbolehkan. Rokok dan Vaping dilarang di Dubai dan UEA, Anda mungkin akan mengalami Rokok atau perangkat Vape Anda disita di bandara setelah tiba di Dubai.

Bolehkah minum Alkohol di Dubai ?

Di Emirate Dubai memungkinkan penduduk untuk mengonsumsi alkohol di lokasi yang memiliki lisensi mengedarkan alkohol. Wisatawan dapat membeli dan minum alkohol di tempat-tempat berlisensi seperti hotel, restoran, dan klub. Sementara itu, di Emirat Sharjah, minum alkohol adalah ilegal.

Visa Wisata Dubai

Alamat Kantor VFS Tasheel di Seluruh Indonesia

Alamat Kantor VFS Tasheel

[toc]

Alamat Kantor VFS Tafsheel sebagai lokasi pengambilan data biometrik siap memberikan pelayanan kepada calon jamaah umroh.

Pengambilan data biometrik ini harus dilakukan langsung oleh calon jamaah dengan membawa paspor asli dan tidak bisa diwakilkan.

Lanjutkan membaca “Alamat Kantor VFS Tasheel di Seluruh Indonesia”

Pendaftaran Rekam Biometrik untuk Visa Umroh

Pendaftaran Rekam Biometrik Visa Umroh

Pengambilan data Biometrik dilakukan dengan menggunakan proses yang sangat cepat dan mudah. Proses ini melibatkan pengambilan sidik jari menggunakan alat pengambilan sidik jari secara digital. Selain pengambilan sidik jari, juga akan memindai foto yang Anda bawa pada saat melakuka aplikasi visa.

Lanjutkan membaca “Pendaftaran Rekam Biometrik untuk Visa Umroh”

Rekam Biometrik Visa Umroh; Mudah dan Cepat

Rekam Biometrik Visa Umroh; Mudah dan Cepat

Rekam Biometrik Visa Umroh mulai dilaksanakan terhitung sejak tanggal 24 Oktober 2018. sehingga pengajuan seluruh jenis visa harus menyertakan Rekaman Data Biometrik.

Lanjutkan membaca “Rekam Biometrik Visa Umroh; Mudah dan Cepat”
error: Dapatkan DISKON UMROH Menarik!!
WhatsApp chat