Cara Daftar Haji, Syarat Prosedur Pendaftaran Haji Reguler via Kemenag (UPDATE)

Cara Daftar Haji, Syarat dan Prosedur Pendaftaran Haji Reguler di Kemenag

Cara daftar haji yang dapat dilakukan oleh calon jamaah haji di Indonesia adalah melalui 2 cara, yaitu melalui Haji Reguler dan Haji Plus.

Haji regular diselenggarakan langsung oleh pemerintah melalui Kementerian Agama. Sedangkan haji plus diselenggarakan oleh pihak travel haji plus yang mendapatkan izin dan memenuhi persyaratan dari pemerintah. Perbedaan antara haji reguler dan haji plus adalah pada tata cara daftar, biaya  setoran awal, jumlah pembayaran dan pelunasan , dan fasilitas yang didapat. Haji Reguler merupakan haji yang biaya pelunasannya paling murah.

    Daftar Isi :
  1. Cara Daftar Haji Reguler
  2. Syarat Daftar Haji Reguler
  3. Ketentuan Umum
  4. Videografis Tata Cara dan Syarat Pendaftaran Haji Reguler
  5. Bank Penerima Setoran Haji Reguler
  6. Informasi Penting Haji Reguler

Cara Daftar Haji Reguler

Cara Daftar Haji

Alur Pendaftaran Haji Reguler

Urutan Tata Cara dan Persyaratan Pendaftaran Haji Reguler

  1. Calon Jemaah haji membuka tabungan haji pada BPS BPIH (Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) sesuai domisili dengan syarat membawa KTP dan membayar setoran awal sebesar 25 Juta rupiah.
  2. Calon Jemaah haji menandatangani surat pernyataan memenuhi persyaratan pendaftaran haji yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).
  3. Calon Jemaah haji melakukan transfer ke rekening Menteri Agama sebesar setoran awal BPIH pada cabang BPS BPIH sesuai domisili.
  4. BPS BPIH menerbitkan lembar bukti setoran awal yang berisi NOMOR VALIDASI (HARAP PERHATIKAN NOMOR VALIDASI ANDA).
  5. Dokumen bukti setoran BPIH ditempel pas foto calon Jemaah haji ukuran 3x4cm dan bermaterai.
  6. Calon Jemaah haji mendatangi Kementerian Agama Kabupaten/Kota dengan membawa dokumen bukti setoran awal dan persyaratan lainnya sesuai ketentuan untuk diverifikasi kelengkapannya. Paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah pembayaran setoran awal BPIH.
  7. Calon Jemaah haji menigisi formulir pendaftaran haji berupa Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH) dan menyerahkannya kepada petugas Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.
  8. Calon Jemaah haji menerima lembar bukti pendaftaran haji yang berisi informasi NOMOR PORSI pendaftaran, ditandatangani dan dibubuhi stempel dinas oleh petugas Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota. (HARAP PERHATIKAN NOMOR PORSI ANDA)
  9. Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota menerbitan bukti cetak Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH) sebanyak 5 (lima) lembar, yang setiap lembarnya dicetak/distempel pas foto calon Jemaah haji ukuran 3×4 cm.
  • Lembar 1, bermaterai cukup untuk calon jemaah haji;
  • Lembar 2, untuk BPS BPIH;
  • Lembar 3, untuk Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota;
  • Lembar 4, untuk Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi; dan
  • Lembar 5, untuk Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah.

Bagi calon jemaah haji yang sudah menyetor dana setoran awal BPIH namun tidak menyerahkan persyaratan pendaftaran, bukti aplikasi transfer asli BPIH, dan bukti setoran awal BPIH kepada petugas Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota melebihi waktu 5 (lima) hari kerja, maka pendaftaran dianggap batal dan dana dikembalikan kepada calon jemaah haji tersebut

Syarat Daftar Haji

Pendaftaran Haji Reguler Terbaru

Syarat Daftar Haji Reguler

Syarat untuk Pendaftaran Haji Reguler diantaranya adalah:

  1. Beragama Islam;
  2. Ketika mendaftar minimal telah berusia 12 (dua belas) tahun;
  3. KTP yang masih berlaku, sesuai dengan domisili atau bukti identitas lain yang sah;
  4. Kartu Keluarga;
  5. Akte kelahiran atau surat kenal lahir atau kutipan akta nikah atau ijazah;
  6. Tabungan atas nama Jemaah yang bersangkutan pada BPS BPIH (Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji);
  7. Pas Foto berwarna 3×4 berjumlah 10 lembar dengan ketentuan :
    • Latar belakang foto berwarna putih;
    • Warna baju/kerudung harus kontras dengan latar belakang;
    • Tidak memakai pakaian dinas;
    • Tidak menggunakan kacamata;
    • Tampak wajah minimal 80 persen;
    • Bagi jemaah haji wanita menggunakan busana muslimah.

    Gubernur dapat menambahkan persyaratan berupa surat keterangan domisili.

    Ketentuan Umum Pendaftaran Haji Reguler

    1. Calon Jamaah haji dapat mendaftar haji setiap hari kerja sepanjang tahun;
    2. Pendaftaran jemaah haji dapat dilakukan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota sesuai dengan domisili calon jemaah haji berdasarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP);
    3. Untuk mendaftar haji, calon jamaah harus mendatangi sendiri Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, hal ini melakukan pengambilan foto dan sidik jari oleh yang bersangkutan;
    4. Jamaah haji dibatasi untuk mendaftar haji reguler setiap 10 (sepuluh) tahun sekali, sehingga dalam jangka waktu tersebut calon jamaah tidak dapat mendaftar haji reguler yang kedua kalinya.

    Videografis Tata Cara dan Syarat Pendaftaran Haji Reguler

    Bank Penerima Setoran Haji

    Jika Anda sudah berniat haji dan dirasa telah mampu baik secara fisik maupun ekonomi, maka segerakanlah membuka tabungan haji di bank yang ditunjuk untuk menerima setoran haji, diantaranya adalah :

    • Bank Syariah Mandiri (BSM)
    • Bank BTN Syariah
    • Bank BRI Syariah
    • Bank Muamalat
    • Bank BNI Syariah
    • CIMB Niaga Syariah
    • Permata Bank
    • Bank Mega Syariah
    • Panin Bank Syariah
    • Bank DKI
    • Bank Sumut
    • Bank Sumsel
    • Bank Jatim
    • Bank Aceh Syariah
    • Bank Riau Kepri.

    Untuk membuka rekening tabungan haji syaratnya cukup mudah, Anda bisa datang ke salah satu bank yang yang disebutkan diatas, dan jangan lupa untuk membawa identitas diri seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP). Pilihan setoran awal di masing-masing Bank akan berbeda-beda, besarnya antara Rp50 ribu sampai Rp100 ribu. Untuk setoran selanjutnya tergantung kemampuan nasabah.

    Prosedur pendaftaran haji regular diatas akan berbeda apabila Anda ingin berangkat dengan menggunan paket haji khusus melalui Travel Haji Plus. Setoran awal pembayaran Biaya Haji Plus besarnya sekitar 35%-40% dari total harga ONH Plus yang dibebankan oleh suatu biro haji khusus, atau pada saat ini sekitar US$4500 – US$5000.

    Cara dan Syarat Daftar Haji

    Tabungan Haji Reguler

    Informasi Penting Lainnya Seputar Haji Reguler

    1. Harap meneliti dengan baik pengisian formulir Data SPPH (Surat Pendaftaran Pergi Haji), jangan sampai salah atau tidak diisi. Bertanyalah kepada petugas apabila ada sesuatu yang kurang jelas.
    2. Pendaftaran haji reguler hanya bisa dilakukan di Kementerian Agama Wilayah Domisili calon jamaah (Tempat Tinggal sesuai Identitas KTP Peserta).
    3. Pada saat proses pelunasan dan validasi data di dalam sistem SISKOHAT (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu), seringkali terjadi kesalahan (error), sehingga hal ini menyebabkan calon jamaah dapat berulangkali mendatangi Kantor Kemenag setempat.
    4. Lakukanlah Medical Check Up (Cek Kesehatan) untuk mendapatkan Surat Keterangan Sehat sekaligus Cek Golongan Darah. Hal tersebut diperlukan untuk Persyaratan Haji.
    5. Apabila Anda telah mendapatkan informasi dan pengumuman kepastian keberangkatan haji, maka bersegaralah untuk melunasinya. Jika terlambat, maka porsi haji Anda untuk berangkat haji tahun tersebut bisa batal.
    6. Calon jamaah akan menerima bukti SPPH dan tanda bukti setoran awal BPIH yang dikeluarkan pihak bank. Simpanlah 2 lembar bukti tersebut, jangan sampai rusak atau hilang, jika perlu dilaminating.

    Petugas akan menyampaikan perkiraan keberangkatan calon jemaah haji reguler dan meminta calon jemaah untuk mengecek perkiraan keberangkatan daftar haji reguler di website Kemenag https://haji.kemenag.go.id/v3/node/.

    Jika terjadi error, hubungi bagian Pendaftaran Haji Kemenag Pusat 021-34833924.