Biaya Haji dan Umroh Diperkirakan Bakal Naik

Biaya Haji dan Umroh Diperkirakan akan Naik

Penyebab kenaikan biaya haji dan umroh diantaranya adalah :

Pertama, kenaikan Pajak Pertambahan Nilai yang sekarang 5% menjadi 15%. Kenaikan ini akan berlaku mulai Juli 2020.

Kedua, berkurangnya kapasitas pesawat dan bus untuk mematuhi aturan protokol kesehatan akan menyebabkan meningkatnya biaya transportasi hampir dua kali.

Ketiga, aturan protokol kesehatan juga berlaku untuk akomodasi hotel atau penginapan, di mana kapasitas kamar maksimal hanya 2 orang saja.

Keempat, beban biaya pemeriksaan kesehatan menggunakan PCR atau rapid test.

Artha Hanif, selaku Sekretaris Jenderal Kesatuan Tour Travel Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kesthuri) memperkirakan bahwa biaya perjalanan ibadah haji dan umroh akan naik minimal 30 persen dari tarif normal saat ini.
Kenaikan biaya berasal dari hotel, bus, katering, tiket pesawat, dan lainnya masing-masing sekitar 20 persen.

“Tren haji dan umrah ke depan di era new normal adalah mahal. Praktis jumlah jemaah trennya bakal menurun cukup signifikan, pasar umroh minimal turun 20 persen,” kata Artha.

Selain ada penyesuaian tarif biaya umroh dan prilaku, ia menilai jemaah pun harus bersiap dengan berbagai tata cara baru. Misalnya, harus menyiapkan mental menunggu giliran haji dan umrah yang lebih panjang, dana yang meningkat, ilmu manasik yang lebih mandiri, keperluan pribadi yang bertambah, hingga pemesanan sejak jauh-jauh hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *